Tempat-Tempat Di Kota Tuban

Diposkan oleh maulana-ashari Rabu, 23 Februari 2011

GUA PUTRI ASI
Gua putri asih ini terletak di daerah montong kabupaten tuban. Gua ini sangat indah sekali dan terletak ditengah hutan jati yang masih alami. Bila anda berkunjung ke kota Tuban maka jangan sampai lupa untuk menginjakan kaki di gua ini, karena pasti Anda akan menyesal. gua ini menyuguhkan panorama alami berupa gua dengan indahnya stalaktit dan stalakmit yang bermunculan dan bebgelantung di dinding gua. Yang paling indah dari gua ini adalah ada sebuah stalaktit dan stalakmit yang sangat besar yang menyerupai dengan selendang putri, makannya gua itu disebut dengan sebutan gua putri asih. Bila anda tertarik untuk berkunjung kesana maka Anda bisa mengambil beberapa jalur alternatif yaitu bisa langsung dari kota Tuban menuju singgahan dan gua tersebut terletak antara montong dan singgahan.
PANTAI BOOM TUBAN
Pantai Boom merupakan pantai bersejarah yang pada zaman kejayaan Majapahit (abad ke XII) merupakan dermaga terbesar. Terletak di sebelah utara alun-alun Tuban dengan hanya 100 M dan merupakan daratan yang menjorok ke laut sepanjang 800 M. Disini sering dimanfaatkan juga sebagai arena memancing bagi warga sekitar pantai.
Di pagi hari sehabis Sholat Subuh, wanyak warga Tuban yang dengan sabar menantikan indahnya matahari terbit. Sebaliknya di sore hari Anda akan dengan mudah menyaksikan indahnya matahari terbenam.

PANTAI SOWAN
Tepatnya terletak dikecamatan bancar sekitar ±30 Km dari pusat kota tuban kearah barat. Tempat ini menyuguhkan keindahan pantainya dengan butiran-butiran pasir yang berwarna putih dan karang-karang yang indah. Dengan membayar karcis masuk Rp2000,- anda sudah bisa menikmati keindahannya.
Rute : Dari arah Timur (Tuban dll) maupun dari arah Barat (Bulu,Semarang dll) turun di TPK Bancar / SOWAN lalu jalan kaki keutara sekitar 300m.
MASJID AGUNG TUBAN
Berkunjung ke tempat ibadah kaum muslim yang berlokasi di pusat Kota Tuban yang persisnya berada di sebelah alun-alun Kota Tuban ini sungguh luar biasa. Masjid Agung Tuban berdiri megah di pusat kota dengan ornamen unik yang menghiasi seluruh bangunan masjid. Mulai dari lantai keramik yang indah, tembok-tembok yang penuh dengan ukiran, sampai kubah-kubah yang bercat cerah menarik hati para pengunjung masjid.
Udara panas Kota Tuban akan segera berubah menjadi sejuk kala kita menapakkan kaki memasuki Masjid Agung ini. Nyaman, teduh, serta semilir angin yang menerpa wajah seakan menghapus segala gerah yang terasa.
Selain bangunan Masjid Agung Tuban yang megah yang bisa menjadi tujuan wisata, di daerah Tuban ada juga lokasi tempat wisata yaitu Goa dan pantai indahnya.
Tak lupa hasil tangkapan nelayan disana menjadi daya tarik wisatawan pecinta seafood seperti udang, lobster, dan ikan dari berbagai jenis bisa dibeli dengan harga yang sangat murah. Sungguh bisa dijadikan tempat tujuan wisata kuliner yang lagi trend saat ini.
MUSEUM KAMBANG PUTIH
Seperti Museum-museum pada umunya, mudeum ini juga menjadi tempat koleksi barang-barang bernilai sejarah yang pastinya ada kaitannya dengan kota tuban.
Rute : masih dalam kawasan alun-alun Tuban,sebelah Barat daya alun-alun Tuban / sebelah barat kantor pemda
Keterangan: Terletak di komplek pendopo Kridomanunggal Kabupaten Tuban, berdiri pada tahun 1984, bentuk banguna merupakan stilir dari arsitektur tradisional Jawa yang berbentuk Joglo. Dibagi menjadi 3 bagian yaitu : ruang koleksi kesenian dan animismatik, ruang koleksi arkheologi, ruang induk koleksi athnografi. Mempunyai 600 buah koleksi
PEMANDIAN BEKTI RAHARJO

Ini renang indah, nyaman, tenang dan sejuk menjadi kepercayaan utama untuk wisatawan yang merasa bosan dengan noisily daerah perkotaan. Kolam renang dengan standar nasional yang dipenuhi langsung dari sumber daya alam, terletak di Desa Bektiharjo, Semanding kabupaten, sekitar 5 Km dari pusat kota ke sisi Selatan. Tempat ini sangat hijau. Ada banyak pohon di mana lebih dari seratus Apes monyet dan tinggal di sana. Bermain anak-anak dapat bermain di sekitar sini sementara mereka juga dapat menikmati burung bernyanyi.
GUA NGERONG
Gua Ngerong terdapat di kec. Rengel, sesuai namanya adalah lubang dgn panjang 1.8 km. Potensi nya bisa mencapai 30 km.Gua ini adalah gua air, yg harus diarungi dgn perahu karet. Pada kedalaman 1000 meter ditemui air terjun didalam gua.
Terdapat kalelawar yg hidup sampai kedalaman 700 meter. Jutaan kalelawar terlihat spektakular saat beriring keluar pada jam 5 sore. Juga didapati Ikan Bader Bang (Puntius Javanicus), ikan yg dimitoskan sebagai keramat. barang siapa memakan atau membawa pulang, akan dijangkiti penyakit yg tak kunjung sembuh. Alhasil ada ribuan ekor ikan bader dgn ukuran sebesar paha yg bebas berenang hilir mudik tanpa ada yg berani menganggu.
Mitos lainnya barang siapa masuk gua maka dia harus keluar 12 jam berikutnya. Kedua mitos ini membantu gua dan hewan2nya tetap lestari sampai saat ini.Hewan lainnya adalah kura2 putih dgn diamater 1 meter. Juga ikan tanpa mata -buta (khas hewan gua), yg mulai didapati di kedalaman 1000 meter.
Gua2 lainnya di Tuban
Gua Putri Ayu termasuk gua besar dgn tinggi sekitar 10 meter dan panjang 800 meter. Terdiri dari 9 kamar atau lorong yg besar (baru dibuka 6 saja). Ornamen gua nya masih cukup bagus dan ada beberapa bagian yg terus tumbuh.
Air yg keluar dari gua sangat jernih dan dipakai utk keperluan warga. debitnya konstan sekalipun di musim kemarau spt sekarang ini. Saat masuk Ramadhan, penduduk sekitar berbondong2 mandi dan mengisi bekal air minum.
Uniknya air deras ini datang dari dalam gua. Tuhan Maha Pemurah, spt halnya Zam Zam, air di Tuban ini tiba2 saja keluar dari dalam bumi padahal diatasnya adalah dataran dan pegunungan yg terlihat begitu gersang.
Seperti Pacitan, kabupaten Tuban juga menyimpan sejuta pesona keindahan perut bumi. Tidak kurang terdapat 56 gua yg sudah terdata. Dua diantaranya ada di dlm foto ini .Gua Ayu adalah gua yg baru dibuka dlm 2 tahun terakhir, terletak di kawasan hutan jati perhutani di Kec. Montong. Jalan aspal mulus, dgn 3km terakhir jalan makadam.
AIR PANAS PRATAAN
Berada di tengah hutan di daerah yang masuk di wilayah Kecamatan Parengan yaitu sekitar 5 km dari pusat kecamatan parengan. Kondisi sekitar sumber air panas masih sangat alami sekali yaitu berupa hutan-hutan yang masih alami dengan pepohonan yang rindang. Jarak pemandian air panas Prataan sekitar 45 km arah barat dari Kota Tuban. Suhu air mencapai 56 derajat Celsius, dengan kadar belerang yang sangat tinggi dapat menyembuhkan beragam penyakit kulit sepertiu gatal-gatal dan lain-lain. Bila hendak berkunjung dapat melewati rute Tuban-Montong-Tanggulangin, sehingga dapat terhibur dengan pemandangan alam berupa tegalan, sawah dan hutan jati. selain itu juga dapat menempuh rute tuban-jatirogo-parengan atau tuban- bojonegoro- parengan.
Setelah sampai di Daerah Parengan silahkan anda Berhenti sejenak dan Tanya pada warga sekitar tempat Air prataan berada untuk informasi yang lebih jelas dan detail.
Sehingga anda nanti tidak tersesat di tengah jalan……
GUA AKBAR
Sesuatu yang unik Akbar Cafe adalah pengantar dari ruang yang besar dan juga terowongan yang panjang. Terdapat juga banyak menarik pemandangan gua yang tidak dapat anda temukan di tempat lain. Jika kami datang dalam gua kita akan melihat aliran sungai yang tenang, di sungai kita akan melihat berbagai ikan, air yang berasal dari air jatuh di pusat gua. Anda mungkin pakan ikan dengan pelemparan bawah sedikit sepotong roti. Di bagian lain ruang, yang disebut “Mahahandhapa Sri Manganti”, pengunjung akan disajikan dengan musik tradisional seperti Gamelan, dan lain Siteran musik tradisional. Kadang-kadang, ada gitaris solo pionist atau, dan pengunjung dapat melibatkan bernyanyi dalam sebuah lagu.
Gua ini memiliki dua tempat keramat disebut “Pasepen kori Sinandi” dan “Pasujudan Baitul Akbar”. Anda harus meletakkan sepatu Anda ketika Anda akan memasukkan. Adalah forbiden untuk perempuan yang mendapatkan menstruasi.
Kawasan gua telah dibuka di sekitar lima ratus meter persegi saja. Yang panjang terowongan yang empat puluh atau lima puluh kilometer telah ditutup untuk menghindari bahaya. Kecil kafetaria tersedia, terlalu. Musik yang lambat akan menemani Anda saat menikmati makanan dan minuman.
Itulah keajaiban Allah sebagai rahmat untuk manusia dengan didedikasikan untuk perawatan dan melindungi, akhirnya ia akan dinikmati. Berdasarkan hal itu Tuan Haji Hindarto, Kepala Bupati Tuban berpikir bahwa, Akbar gua dapat direnovasi menjadi indah dan objek wisata yang menakjubkan. Maka ia mulai mewujudkan impiannya cames benar. Akhirnya, ia itu dibangun dengan rasa seni, dan sekarang kami dapat melihat apa yang indah itu.
Gua yang terletak di pusat kota. Letaknya tersembunyi di belakang pasar tradisional “Pasar Baru”. Jadi Anda tidak akan menemukan kesulitan untuk mendapatkan ada. Datang dan melihat melihat keindahan.
Yang legenda Gua Akbar
* Gua ini telah digunakan untuk pusat pelatihan Ronggolawe prajurit ketika mereka direncanakan untuk menyerang kerajaan Mojopahit di 13th Century.
* Ini adalah mujizat gua terkenal sebagai tempat tersembunyi Raden Mas Sahid, yang murah perampok yang akhirnya menyesal dan menjadi orang kudus Islam (Wali Songo), populer dengan nama “Sunan Kalijaga” di abad ke-17.
KLENTHENG KWAN SING BIO
Jika kita dari Jakarta menuju ke Surabaya -Jawa Timur, dengan meniti jalan darat, tepatnya di jalur Pantura, maka kita akan melewati kota pesisir yang terletak di Jawa Timur, tepatnya 100 km sebelah barat Surabaya, yaitu Kota Tuban.
Di Tuban juga terdapat klenteng Kwan Sing Bio. Klenteng ini merupakan klenteng terbesar di kawasan Asia Tenggara, sehingga tak mengherankan jika pengunjungnya juga berasal
dari kawasan Asia Tenggara. Klenteng ini juga memiliki kekhasan tersendiri. Jika kebanyakan klenteng memilih naga sebagai symbol, namun klenteng ini justru memilih kepiting sebagai simbolnya. Selain itu posisinya yang menghadap ke laut menjadikan daya tarik tersendiri.
MAKAM SUNAN BONANG
Beliau adalah putera Sunan Ampel, nama kecilnya ialah Raden Maulana Makdum Ibrahim. Karena beliau tinggal di Bonang daerah Kabupaten Tuban, maka namanya melekat pada nama tempat tinggal itu. Ia adalah anak kedua dari pasangan Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila. Nyai Ageng Manila adalah anak dari Arya Teja, seorang tumenggung dari kerajaan Majapahit yang ditempatkan di Tuban. Sunan Bonang dilahirkan sekitar tahun 1465 M dan wafat pada tahun 1525 M. Semasa hidupnya beliau menyebarkan ajaran agama Islam di daerah Tuban khususnya dan daerah di Jawa Timur pada umumnya. Di Tuban didirikan pondok -pondok pesantren. Dikisahkan beliau pemah belajar agama Islam ke Pasai bersama Raden Paku (Sunan Giri). Setelah itu beliau memasukkan agama Islam ke kalangan penguasa kerajaan Majapahit. Beliau memberikan pendidikan agama Islam kepada Raden Patah, putera dari raja Brawijaya V dari kerajaan Majapahit. Dalam mengajarkan ilmunya beliau mengubah dan meciptakan nama-nama baru untuk menggantikan nama / istilah Hindu. Nama-nama itu diambil dari nama -nama malaikat dan nabi -nabi. Beliau terkenal dengan penulis Suluk Bonang dan seorang sastrawan Jawa.
Komplek makarn Sunan Bonang terdiri dari tiga halaman yang tersusun ke belakang. Pembatasan antara komplek makam dengan halaman luar berupa tembok keliling. Komplek makarn Sunan Bonang dikelilingi oleh tembok keliling yang mempunyai empat pintu bentuk gapura. Halaman I merupakan halaman paling Selatan. Pada sisi Selatan halaman I terdapat pintu masuk berbentuk semar tinandu yang atapnya mempunyai ornamen bunga-bungaan. Di sebelah kanan-kiri gapura terdapat jalusi dan gerbang pintunya ditemukan angka tahun 1383 Hijriah dan 1749 Muharom. Berdasarkan hitungan tahun Masehi angka tahun menunjukkan angka tahun 1866 M. Di halaman I tidak terdapat makam, akan tetapi terdapat tiga bangunan pendopo.Dua diantara pendopo tersebut berfungsi sebagai paseban sedangkan satunya berfungsi sebagai tempat istirahat.
SUNGAI KERAWAK
Objek wisata yang satu ini tidak kalah dengan yang lain. Krawak adalah merupakan salah satu objek wisata yang berupa sungai dengan yang sangat jernih dengan sumber mata air yang begitu jernih dan bermunculan di bebatuan pinggir sungai. Jika Anda kesana pasti Anda tidak akan tahan untuk tidak bermandiria. Selain itu letaknya yang juga setratigis yang terletak di tengah hutan jati. Disana Anda dapat beristirahat dengan tenang karena letaknya yang jauh dari pemukiman penduduk. Disana Anda dapat menikmati segarnya udara hutan tuban dengan diiringi nyanyian burung yang berkicau dengan merdunya. Saya rasa objek wisata yang satu ini sangat cocok untuk dikunjungi terutama para kawula muda yang sedang menjalin asmara.
AIR TERJUN NGLIRIP
Tempat wisata air terjun “Nglirip” terletak di wilayah kecamatan Singgahan, ± 35 KM arah barat daya dari Kota Tuban. Untuk mencapai lokasi ini pengunjung yang tidak menggunakan mobil pribadi dapat menggunakan angkutan umum. Terdapat dua rute angkutan yaitu :
Rute Montong : yaitu naik angkutan umum dari terminal Tuban dengan jurusan Montong, yang kemudian dari di lanjutkan dengan naik kendaraan jurusan Jojogan. “Nglirip” terletak antara Montong – Jojogan, sehingga Pengunjung dapat langsung melihatnya jika melewati rute ini.
Rute Singgahan : yaitu dari Terminal Tuban naik bis jurusan Jatirogo, bis ini akan transit di terminal Kab. Bojonegoro yang kemudian dilanjutkan ke tujuan utama, Jatirogo. Jika pengunjung memilih rute ini, anda dapat turun di pertigaan “Warung Anjlok” – Jojogan. Dari sini, Nglirip hanya berjarak kurang dari satu kilo meter. Jika anda tidak malas, anda dapat berjalan kaki sampai ke Nglirip, atau naik angkutan jurusan Montong.
Sesampainya disini anda akan mendapatkan pemandangan yang sangat menawan, dari pinggir jalan saja anda dapat melihat jatuhnya air dari tebing yang di atasnya terdapat jembatan kecil. Bagi Anda yang ingin menyusuri aliran bawah air terjun harap berhati-hati, karena jalanan setapak akan sangat licin, terutama di musim hujan.
Yang tampak oleh mata jika berada di bawah air terjun Nglirip adalah derasnya air yang jatuh dengan bebas dari ketinggian kurang lebih 25 M, satu hal lagi jika Anda perhatikan dengan baik bahwa terdapat Goa yang cukup besar di balik air terjun ini. Dahulu kala dipercayai sebagai tempat bersemedi bagi leluhur yang berilmu tinggi, ada juga yang mengatakan didalam goa ini dahulu terdapat seorang wanita yang menanti kekasihnya sampai sekarang, tentunya tinggal rohnya saja. Penduduk sekitar percaya bahwa sewaktu-waktu wanita ini akan keluar untuk berbelanja, tetapi orang tidak ada yang mengetahui wujud dari wanita ini.
Jika Anda kearah timur dari lokasi air terjun, Anda akan mendapatkan lokasi sumber air alam (kerawak) yang keluar dengan derasnya di tepian sungai. Sudah pasti Anda ingin untuk bermandi-ria. Lokasi ini masih sangat alami, belum ada bangunan apapun, dan sekali lagi agar berhati-hati karena banjir dadakan dapat datang tiba-tiba terutama di musim hujan.
Makam Sunan Bonang
info tentang makam sunan bonang
Jika Anda berkunjung ke Kota Tuban ,Sempatkanlah berziarah ke makam Sunan Bonang. Setiap hari, apalagi di bulan Ramadhan, makam Sunan Bonang ramai dikunjungi oleh ribuan peziarah. Makam Sunan Bonang di Tuban sebetulnya merupakan satu dari empat versi makam Sunan Bonang lainnya. Tempat lain yang juga dianggap sebagai tempat persemayaman Sunan Bonang, yaitu: di pulau Bawean (Kabupaten Gresik, Jawa Timur), Desa Singkal di Kabupaten Kediri, dan di Desa Bonang, Lasem, Kabupaten Rembang.
Raden Maulana Makdum Ibrahim, atau yang dikenal dengan nama Sunan Bonang, adalah satu dari sembilan wali (Walisongo) yang dihormati oleh masyarakat Jawa. Ayahnya adalah Sunan Ampel, sedangkan ibunya bernama Nyai Ageng Manila, puteri dari Arya Teja, salah seorang Tumenggung dari kerajaan Majapahit yang berkuasa di Tuban.
Sunan Bonang hidup dalam kurun waktu 60 tahun (1465–1525 M) dan menyebarkan agama Islam di daerah Tuban dan sekitarnya. Dalam berdakwah, Sunan Bonang menempuh cara persuasif, misalnya dengan menciptakan tembang Tamba Ati (penyembuh jiwa) yang sampai kini masih populer dinyanyikan orang.
Keistimewaan
Para peziarah yag datang ke makam Sunan Bonang umumnya melakukan doa tahlil maupun membaca surat Yasin. Akan tetapi, selain untuk berdoa, mengunjungi makam ini peziarah juga dapat menyaksikan jejak penyebaran agama Islam khususnya yang dilakukan oleh Sunan Bonang.
Masjid yang menyambut pengunjung ketika memasuki gapura, misalnya, merupakan masjid tua yang menjadi pusat penyebaran agama yang dilakukan oleh Sunan Bonang. Di pelataran masjid ini, terdapat salah satu peninggalan Sunan Bonang, yaitu tempat wudhu yang terbuat dari batu. Hingga kini, batu tersebut terawat dengan baik dan dipagari.
Sebagaimana makam Walisongo lainnya, di komplek makam ini pengunjung dilarang mengambil gambar. Seorang juru kunci akan setia mendampingi rombongan yang masuk ke dalam cungkup dan akan memperingatkan pengunjung yang coba-coba mengambil gambar makam Sunan Bonang.
Melengkapi kunjungan wisata di kota Tuban, pengunjung dapat menambah daftar tujuan wisata ke sejumlah tempat di dekat lokasi makam Sunan Bonang, misalnya Gua Akbar yang terletak tepat di bawah Pasar Baru, di pusat kota Tuban.
Lokasi
Makam Sunan Bonang terletak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sekitar 200 meter dari alun-alun kota.
Akses
Para pengunjung dapat berziarah ke makam ini sejak pukul 08.00 WIB hingga tengah malam. Untuk sampai di komplek pekuburan Sunan Bonang, pengunjung dapat menempuhnya melalui kota Surabaya. Jarak antara Surabaya-Tuban sekitar 91 km atau diperlukan + 2 jam perjalanan dari kota Surabaya dengan menggunakan kendaraan umum (bus) ataupun kendaraan pribadi.
Sampai di kota Tuban, untuk menuju makam, pemerintah daerah (pemda) setempat telah menyediakan lahan parkir yang cukup luas. Dengan demikian, pengunjung bisa memarkirkan kendaraannya di area parkir tersebut. Dari area parkir ini, peziarah harus menyusuri jalan kampung yang membujur ke arah barat dengan jarak sekitar 200 meter untuk menuju lokasi makam. Jika enggan berjalan kaki, pengunjung dapat menggunakan jasa angkutan becak.
Selanjutnya, pengunjung akan memasuki gapura yang di dalamnya terdapat sebuah masjid dengan halaman yang luas. Untuk sampai di komplek makam, peziarah harus memasuki gapura kedua yang berada di belakang masjid. Di kompleks pemakaman ini, yang dikitari oleh ratusan nisan para kerabat dan murid-murid Sang Sunan, peziarah harus rela mengantri di luar cungkup (bangunan beratap pelindung makam), karena cungkup seluas 400 meter persegi itu hanya mampu menampung 25 orang peziarah.
Harga Tiket
Mengunjungi dan berziarah di komplek pekuburan Sunan Bonang tidak dipungut biaya.
Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
Di komplek pekuburan Sunan Bonang ini, peziarah dapat memanfaatkan fasilitas yang ada, misalnya menggunakan masjid dan berandanya untuk melakukan shalat dan beristirahat, memanfaatkan tempat wudu dan kamar mandi untuk membersihkan diri, serta membeli suvenir yang dijajakan oleh kios-kios di sepanjang jalan menuju makam.
Tentang Museum Kambang Putih
Latar Belakang dan Sejarah
Tuban yang telah dikenal sejak jaman Majapahit, jelas banyak sekali menyimpan peninggalan nenek moyang baik di laut maupun didaratan.
Dengan tujuan amenyelamatkan benda-abenda tersebut diatas dari pencurian maka masyarakat dan pejabat daerah Tuban merealisir adanya museum daerah ini.
Lokasi Museum
Jalan Kartini No.3, Tuban
Telp. 0356 – 321015, Fax. 0356 – 321015
Peta Lokasi Museum Kambang Putih

Jarak tempuh dari Bandar Udara : 60 Km
Jarak tempuh dari Pelabuhan Laut : 99 Km
Jarak tempuh dari Terminal Bus : 3 Km
Jarak tempuh dari Stasiun KA : 30 Km
Organisasi
Jumlah Pegawai 9 orang
Kurator : 2 orang
Konservator : 1 orang
Preparator : 1 orang
Bimb. Edukasi : 2 orang
Bag. Administrasi : 1 orang
Keamanan : 1 orang
Cleaning Service : 1 orang
Koleksi
Koleksi Museum Kambang Putih berupa Numismatik, Kesenian, Etnografi, Arkeologi, Sejarah, Pra Sejarah, Senjata, semua koleksi tersebut hasil temuan di daerah Tuban.
Program Museum
Pameran Khusus, Pameran Keliling, Ceramah, Diskusi, Seminar, Penyuluhan, Penelitian, Bimb. Keliling, Penerbitan, dan Lomba/festifal.
Jadwal Kunjungan
Minggu s/d Kamis : 07.00 s/d 15.00
Jum’at : 07.00 s/d 11.00
Sabtu : 07.00 s/d 12.00
Harga Tiket
- Gratis
Fasilitas
Luas Tanah / Luas Bangunan 18.00 / 11.
- Ruang Pameran Tetap
- Ruang Pameran Temporer
- Ruang Perpustakaan
- Ruang Laboratorium/Konservasi
- Ruang Penyimpanan Koleksi
- Ruang Bengkel/Preparasi
- Ruang Administrasi.
- Toilet
- Alarm Sistem
Gua Akbar

Tidak seperti layaknya goa alam lain yang berlokasi di tempat terpencil, Gua Akbar yang merupakan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Tuban berada tepat di bawah pasar rakyat. Ramainya aktifitas jual beli di pasar sungguh sangat kontras dengan suasana hening diselingi gemercik air saat berada di dalam gua ini. Didalam gua ini juga dibangun sebuah kolam air tawar dengan menempatkan ikan mas didalamnya, otomatis hal ini memberikan nilai tambah tersendiri bagi pengunjung saat mengunjungi objek wisata ini.
Nama Akbar konon berasal dari nama sebuah pohon yang tumbuh didepan gua, yakni pohon Abar. Namun sumber lain menyebutkan nama Akbar tersebut diberikan oleh pemerintah Kabupaten Tuban yang merupakan akronim dari Aman, Kreatif, Bersih, Asri dan Rapi yang tak lain dan tak bukan adalah merupakan slogan dari Kabupaten Tuban itu sendiri.
Gua Akbar itu sendiri memiliki nilai religius. Diceritakan bahwa Sunan Bonang melihat gua ini saat diajak oleh Sunan Kalijogo yang saat itu masih bernama Raden Mas Sahid. Beberapa tempat di Gua Akbar dipercaya sebagai tempat Sunan Kalijogo dan Sunan Bonang pernah bertapa. Seperti ceruk yang diberi nama Pasepen Koro Sinandhi, yaitu tempat pintu yang dirahasiakan. Ceruk ini sangat kecil pintunya. Untuk masuk ke dalamnya, orang dewasa harus merangkak atau sekurangnya membungkuk. Oleh masyarakat sekitar dipercaya prosesi membungkuk ini memiliki makna filosofis yang tinggi, yakni pengunjung diingatkan bahwa di depan mata Allah semua harus merendahkan diri
.

Pada sisi lain dari dalam gua terdapat sebuah ruangan yang bisa digunakan oleh pengunjung untuk melakukan ibadah sholat. Bagian ini memiliki lantai dasar gua yang telah dilapis keramik warna putih dan hitam sebagai penanda barisan sholat. Beberapa pengunjung tampak meluangkan waktu untuk sholat sejenak di tempat ini.
Sebuah ruangan yang cukup luas terdapat pula didalam gua ini diberi nama Paseban Wali yang dipercaya dulunya digunakan oleh para walisongo untuk berkumpul dan menyampaikan ajaran agama Islam. Suatu hal yang harus ditelaah lebih lanjut, mengingat Wali Songo hidup tidak persis pada zaman yang sama.Namun demikian, Paseban Para Wali itu memang mirip ruang pertemuan. Adanya lubang-lubang di langit-langit goa hingga cahaya matahari masuk dalam bentuk jalur cahaya yang jelas. Stalaktit dan stalagmit juga seakan menjadi hiasan ruangan. Itu ditambah dengan adanya batu-batu besar yang terletak di bagian depan ruang, seakan menjadi podium bagi pembicara.
Sejak direnovasi pada tahun 1996, Gua Akbar semakin menarik untuk dikunjungi. Jalur jalan didalam gua terbuat dari paving block dengan pembatas pagar besi (sebagian diantaranya telah di krom) pada bagian sisinya tampak memberi kesan bersh dan rapi. Pagar pembatas tersebut sengaja dipasang agar pengunjung tidak sampai mengeksplorasi tanpa arah saat berada didalam gua. Cukup ikuti jalur yang telah dibuat tersebut otomatis seluruh bagian gua bisa dinikmati. Di berbagai tempat dipasang lampu-lampu warna-warni yang walau kurang bisa menunjukkan tekstur goa, namun cukup membuat suasana nyaman.
Jika anda berkunjung ke Kota Tuban, tidak ada salahnya menyempatkan diri untuk mengunjungi objek wisata Gua Akbar. Penataan yang apik dan bersih menjadikan objek wisata ini layak dijadikan objek wisata andalan Kabupaten Tuban.
3 Wisata In Tuban
Tuban merupakan kabupaten yang terletak di bagian utara propinsi Jawa Timur,100 km sebelah barat Surabaya Berbatasan dengan Laut Jawa pada bagian utaranya.Selain dikenal sebagai kabupaten penghasil kacang terbaik dan juga dikenal sebagai kota TUAK (minuman yang berasal dari pohon bogor ),Tuban juga merupakan kota yang memiliki banyak objek wisata.Goa NGERONG misalnya.
Ngerong terletak di kecamatan Rengel,30 km selatan kota Tuban.Obyek wisata ini menawarkan keindahan aliran sungai yang kengalir dari dalam goa. Air disungai ini tidak pernah kering meskipun saat musim kemarau. Anda juga dapat berenang bersama ratusan ikan dengan berbagai jenis yang ada dalam sungai tersebut.Bukan hanya itu saja , didalam goa tersebut juga di huni oleh ribuan kelelawar .Untuk menjangkau lokasi tersebut sangatlah mudah, karena obyek wisata ini terletak persis di jalan raya Tuban Bojonegoro.
Selain Goa ngerong masih terdapat lagi obyek wisata yang tidak pernah sepi pengunjung,yaitu Makam Sunan Bonang.Sunan Bonang merupakan salah satu dari wali songo, penyebar agama islam di pulau Jawa. Setiap hari Makam Sunan Bonang dikunjungi oleh para peziarah.Pada saat-saat tertentu jumlah wisatawan yang datang bisa mencapai seratus kali lipat dari hari-hari biasanya.Misalnya saat haul Sunan Bonang yang diperingati setiap malam Jum’at wage,bulan Syuro.Makam Sunan Bonang terletak di sebelah selatan masjid Agung Tuban atau sebelah barat alun-alun kota Tuban.
Tuban juga mempunyai obyek wisata berkelas internasional,klenteng KWAN SING BIO.Klenteng ini merupakan klenteng terbesar di kawasan Asia Tenggara,sehingga tak mengherankan jika pengunjungnya juga berasal dari kawasan Asia Tenggara.Klenteng ini juga memiliki kekhasan tersendiri.Jika kebanyakan klenteng memilih naga sebagai symbol,namun klenteng ini justru memilih kepiting sebagai simbolnya.Selain itu posisinya yang menghadap ke laut menjadikan daya tarik tersendiri.
Demikian hanya tiga dari obyek wisata yang di miliki oleh Tuban,Anda tertarik
datang dan kunjungi obyek wisata di Tuban
Wisata Air Prataan
Wisata Air Panas Prataan merupakan obyek wisata yang terdapat di area Perhutanan milik Perum Perhutani Unit II Jawa Timur dengan pengelolaannya bekerja sama dengan Pemerintah Daerah setempat. Tak heran sejauh mata memandang banyak sekali kita jumpai pepohonan dan berbagai macam tanaman baik yang dilindungi maupun tanaman liar.
Dengan harga karcis masuk yang cukup murah sekitar Rp 2.500,- per-orang dan Rp 2.000,- untuk parkir roda empat serta Rp 1.000,- untuk parkir roda dua kita sudah bisa memasuki wana wisata alam tersebut dan menikmati keindahan alam sekitarnya. Tapi anda harus membawa kendaraan pribadi untuk dapat sampai ditempat ini, karena disana tidak ada angkutan yang berlalu lalang seperti di depan sekolahku(SMADA).
Jika anda berminat untuk mandi air panas, disediakan juga tempat untuk memanjakan badan. Bagi anda yang bermasalah dengan kulit, bisa memanfaatkan pemandian air panas ini untuk menyembuhkan penyakit anda tersebut. Karena kandungan belerangnya masih sangat terasa dan bisa menjadi obat bagi kulit anda yang bermasalah atau sedang terkena penyakit kulit. Cukup dengan Rp 2.500,- anda sudah mendapat kunci untuk satu kamar mandi dan bisa berendam atau mandi dengan batasan waktu maksimal 15 menit.
Jika anda masih kurang puas berendam di ruangan yang kecil, anda juga bisa berenang di kolam air hangat yang terletak di depan kamar/bilik air hangat tersebut, tentu saja dengan membayar karcis sebesar Rp 2.500,- (serba 2500 ya…)untuk tiap orang. Berbeda dengan kamar/bilik air panas, di kolam renang ini anda bisa sepuasnya berenang ataupun berendam selama anda mampu.
Selain itu terdapat juga gubug-gubug di tengah hutan di pinggir kolam renang dan masih di sekitar obyek wisata untuk beristirahat dengan udara yang (kalau tidak kering) sangat adem, terdapat juga arena bermain anak seperti ayunan, dll. Anda jangan pusing untuk masalah makanan, karena banyak warung-warung yang buka di lokasi Wana Wisata Air Panas Prataan tersebut.
Gua NgerongGua Ngerong, kalau isal dibaca orang jakarta bisa diartikan “aku ngerong” ya kan…he3x. Tapi sekarang bukan waktunya bercanda, soalnya aku harus buru-buru nyusun banyak postng dan nulis di blog ini lagi… karena kan banyak pembaca yang udah gak sabar mau baca artikelku kan, hayooo ngaku…!!!
Oke… Gua Ngerong…
Pertama kali yang kubanyangkan saat mendengar nama itu adalah….
Sebuah gua yang bisa ngomong sendiri, secara… Ngerong itu ku kura ngeong dalam bahasa desa Rengel. Tapi, anggapanku pun lama-kelamaan pudar mendengar cerita dari teman-temanku. (thanks my friends, udah menyelamatkanku dari kesalahpahaman)
Gua Ngerong terletak sekitar 20 km dari kota bojonegoro, jadi yang rumahnya bojonegoro bisa rekreasi di GuanNgerong, cuma bayar Rp.2500,- kok (kalau belum naik). Letaknya juga cukup mudah dijangkau kok, karena di pinggir jalan besar. Sayangnya, di kawasan wisata ini, lokasi parkirnya sempit(tapi lebih lebar dari kamarku kok, he3x) sehingga terkesan berantakan dan kurang fasilitas.
Obyek wisata ini berupa sebuah aliran air atau sungai yang menuju ke sebuah gua, konon katanya gua ini bisa tembus sampai dengan Kabupaten Tuban dan di dalam gua tersebut terdapat binatang yang sangat besar yang belum jelas jenisnya. Gua ini dahulu digunakan sebagai rute pelarian oleh para pengungsi yang melarikan diri dari penjajah karena takut akan disiksa dan dipekerjakan secara paksa.
Gua yang berdiameter kira-kira 3 meter ini dipenuhi dengan banyak sekali kelelawar, yang merupakan daya tarik tersendiri dari gua tersebut. Dengan banyaknya kelelawar yang ada tak heran jika tercium aroma yang kurang sedap yang berasal dari kotoran binatang itu dalam radius 10 meter mendekati lokasi gua. Pertama bagi yang baru datang pasti langsung akan merasa mual atau bahkan bagi yang tidak kuat akan muntah, tetapi setelah beberapa saat kita berada di area kelelawar tersebut kita akan terbiasa dan tidak merasakan aroma tidak sedap yang mengganggu, hal ini dikarenakan juga adanya angin yang selalu berhembus agak kencang disekitar lokasi kelelawar tersebut.
Jika di atas gua terdapat ribuan kelelawar, berbeda halnya dengan di bawah gua. Di bawah gua terdapat ribuan ikan mulai dari yang berukuran kecil hingga yang berukuran sebesar paha orang dewasa (waw… keren!!!). Di aliran sungai itulah ikan – ikan tersebut ber-habitat, dengan air nya yang jernih membuat kita bisa memanjakan mata dengan melihat tingkah polah ribuan ikan yang berlari-lari mengejar makanan yang dilemparkan para pengunjung ke sungai. O iya..jangan pusing mikirin dimana kita bisa dapetin makanan ikan tersebut, karena banyak sekali para pedagang yang menjual makanan ikan di area tersebut, yang sedikit aneh adalah makanan ikan tersebut ada yang berupa biji buah kapuk, atau kalau orang jawa bilang adalah klentheng. Saling kejar dan saling berebut diantara ikan-ikan tersebut merupakan pemandangan yang lucu dan membuat kita bisa tersenyum dan mengulangi nya. Kita juga bisa masuk kedalam sungai tersebut sambil memberi makan atau berenang ataupun berusaha menangkap ikan, kedalaman sungai mulai dari 30 Cm untuk yang terdangkal dan ada juga yang 1 meter untuk bagian yang paling dalam. Tapi hati-hati, ada Mitos yang mengatakan bahwa ikan di di area gua Ngerong ini tidak bisa dimakan dan tidak boleh dibawa pulang, barangsiapa yang memasak dan memakannya atau membawa pulang ikan–ikan tersebut akan mendapat musibah dan yang paling buruk adalah kematian, duhh serem.
Gimana…? Udah tahu belum tentang Gua Ngerong, atau kata orang bule itu “Ngerong Cave” ? Pasti pengen kesana ya…? Kalau mau kesana ajak aku ya..
demikian sedikit tentang wisata tuban terimakasih salam warkopcakmat

0 komentar

Poskan Komentar