PANTAI BOOM TUBAN
Di pagi hari sehabis Sholat Subuh, wanyak warga Tuban yang dengan sabar menantikan indahnya matahari terbit. Sebaliknya di sore hari Anda akan dengan mudah menyaksikan indahnya matahari terbenam.
PANTAI SOWAN
Rute : Dari arah Timur (Tuban dll) maupun dari arah Barat (Bulu,Semarang dll) turun di TPK Bancar / SOWAN lalu jalan kaki keutara sekitar 300m.
MASJID AGUNG TUBAN
Udara panas Kota Tuban akan segera berubah menjadi sejuk kala kita menapakkan kaki memasuki Masjid Agung ini. Nyaman, teduh, serta semilir angin yang menerpa wajah seakan menghapus segala gerah yang terasa.
Selain bangunan Masjid Agung Tuban yang megah yang bisa menjadi tujuan wisata, di daerah Tuban ada juga lokasi tempat wisata yaitu Goa dan pantai indahnya.
Tak lupa hasil tangkapan nelayan disana menjadi daya tarik wisatawan pecinta seafood seperti udang, lobster, dan ikan dari berbagai jenis bisa dibeli dengan harga yang sangat murah. Sungguh bisa dijadikan tempat tujuan wisata kuliner yang lagi trend saat ini.
MUSEUM KAMBANG PUTIH
Rute : masih dalam kawasan alun-alun Tuban,sebelah Barat daya alun-alun Tuban / sebelah barat kantor pemda
Keterangan: Terletak di komplek pendopo Kridomanunggal Kabupaten Tuban, berdiri pada tahun 1984, bentuk banguna merupakan stilir dari arsitektur tradisional Jawa yang berbentuk Joglo. Dibagi menjadi 3 bagian yaitu : ruang koleksi kesenian dan animismatik, ruang koleksi arkheologi, ruang induk koleksi athnografi. Mempunyai 600 buah koleksi
PEMANDIAN BEKTI RAHARJO
Ini renang indah, nyaman, tenang dan sejuk menjadi kepercayaan utama untuk wisatawan yang merasa bosan dengan noisily daerah perkotaan. Kolam renang dengan standar nasional yang dipenuhi langsung dari sumber daya alam, terletak di Desa Bektiharjo, Semanding kabupaten, sekitar 5 Km dari pusat kota ke sisi Selatan. Tempat ini sangat hijau. Ada banyak pohon di mana lebih dari seratus Apes monyet dan tinggal di sana. Bermain anak-anak dapat bermain di sekitar sini sementara mereka juga dapat menikmati burung bernyanyi.
GUA NGERONG
Terdapat kalelawar yg hidup sampai kedalaman 700 meter. Jutaan kalelawar terlihat spektakular saat beriring keluar pada jam 5 sore. Juga didapati Ikan Bader Bang (Puntius Javanicus), ikan yg dimitoskan sebagai keramat. barang siapa memakan atau membawa pulang, akan dijangkiti penyakit yg tak kunjung sembuh. Alhasil ada ribuan ekor ikan bader dgn ukuran sebesar paha yg bebas berenang hilir mudik tanpa ada yg berani menganggu.
Mitos lainnya barang siapa masuk gua maka dia harus keluar 12 jam berikutnya. Kedua mitos ini membantu gua dan hewan2nya tetap lestari sampai saat ini.Hewan lainnya adalah kura2 putih dgn diamater 1 meter. Juga ikan tanpa mata -buta (khas hewan gua), yg mulai didapati di kedalaman 1000 meter.
Gua2 lainnya di Tuban
Gua Putri Ayu termasuk gua besar dgn tinggi sekitar 10 meter dan panjang 800 meter. Terdiri dari 9 kamar atau lorong yg besar (baru dibuka 6 saja). Ornamen gua nya masih cukup bagus dan ada beberapa bagian yg terus tumbuh.
Air yg keluar dari gua sangat jernih dan dipakai utk keperluan warga. debitnya konstan sekalipun di musim kemarau spt sekarang ini. Saat masuk Ramadhan, penduduk sekitar berbondong2 mandi dan mengisi bekal air minum.
Uniknya air deras ini datang dari dalam gua. Tuhan Maha Pemurah, spt halnya Zam Zam, air di Tuban ini tiba2 saja keluar dari dalam bumi padahal diatasnya adalah dataran dan pegunungan yg terlihat begitu gersang.
Seperti Pacitan, kabupaten Tuban juga menyimpan sejuta pesona keindahan perut bumi. Tidak kurang terdapat 56 gua yg sudah terdata. Dua diantaranya ada di dlm foto ini .Gua Ayu adalah gua yg baru dibuka dlm 2 tahun terakhir, terletak di kawasan hutan jati perhutani di Kec. Montong. Jalan aspal mulus, dgn 3km terakhir jalan makadam.
AIR PANAS PRATAAN
Setelah sampai di Daerah Parengan silahkan anda Berhenti sejenak dan Tanya pada warga sekitar tempat Air prataan berada untuk informasi yang lebih jelas dan detail.
Sehingga anda nanti tidak tersesat di tengah jalan……
GUA AKBAR
Gua ini memiliki dua tempat keramat disebut “Pasepen kori Sinandi” dan “Pasujudan Baitul Akbar”. Anda harus meletakkan sepatu Anda ketika Anda akan memasukkan. Adalah forbiden untuk perempuan yang mendapatkan menstruasi.
Kawasan gua telah dibuka di sekitar lima ratus meter persegi saja. Yang panjang terowongan yang empat puluh atau lima puluh kilometer telah ditutup untuk menghindari bahaya. Kecil kafetaria tersedia, terlalu. Musik yang lambat akan menemani Anda saat menikmati makanan dan minuman.
Itulah keajaiban Allah sebagai rahmat untuk manusia dengan didedikasikan untuk perawatan dan melindungi, akhirnya ia akan dinikmati. Berdasarkan hal itu Tuan Haji Hindarto, Kepala Bupati Tuban berpikir bahwa, Akbar gua dapat direnovasi menjadi indah dan objek wisata yang menakjubkan. Maka ia mulai mewujudkan impiannya cames benar. Akhirnya, ia itu dibangun dengan rasa seni, dan sekarang kami dapat melihat apa yang indah itu.
Gua yang terletak di pusat kota. Letaknya tersembunyi di belakang pasar tradisional “Pasar Baru”. Jadi Anda tidak akan menemukan kesulitan untuk mendapatkan ada. Datang dan melihat melihat keindahan.
Yang legenda Gua Akbar
* Gua ini telah digunakan untuk pusat pelatihan Ronggolawe prajurit ketika mereka direncanakan untuk menyerang kerajaan Mojopahit di 13th Century.
* Ini adalah mujizat gua terkenal sebagai tempat tersembunyi Raden Mas Sahid, yang murah perampok yang akhirnya menyesal dan menjadi orang kudus Islam (Wali Songo), populer dengan nama “Sunan Kalijaga” di abad ke-17.
KLENTHENG KWAN SING BIO
Di Tuban juga terdapat klenteng Kwan Sing Bio. Klenteng ini merupakan klenteng terbesar di kawasan Asia Tenggara, sehingga tak mengherankan jika pengunjungnya juga berasal
dari kawasan Asia Tenggara. Klenteng ini juga memiliki kekhasan tersendiri. Jika kebanyakan klenteng memilih naga sebagai symbol, namun klenteng ini justru memilih kepiting sebagai simbolnya. Selain itu posisinya yang menghadap ke laut menjadikan daya tarik tersendiri.
MAKAM SUNAN BONANG
Komplek makarn Sunan Bonang terdiri dari tiga halaman yang tersusun ke belakang. Pembatasan antara komplek makam dengan halaman luar berupa tembok keliling. Komplek makarn Sunan Bonang dikelilingi oleh tembok keliling yang mempunyai empat pintu bentuk gapura. Halaman I merupakan halaman paling Selatan. Pada sisi Selatan halaman I terdapat pintu masuk berbentuk semar tinandu yang atapnya mempunyai ornamen bunga-bungaan. Di sebelah kanan-kiri gapura terdapat jalusi dan gerbang pintunya ditemukan angka tahun 1383 Hijriah dan 1749 Muharom. Berdasarkan hitungan tahun Masehi angka tahun menunjukkan angka tahun 1866 M. Di halaman I tidak terdapat makam, akan tetapi terdapat tiga bangunan pendopo.Dua diantara pendopo tersebut berfungsi sebagai paseban sedangkan satunya berfungsi sebagai tempat istirahat.
SUNGAI KERAWAK
AIR TERJUN NGLIRIP
Rute Montong : yaitu naik angkutan umum dari terminal Tuban dengan jurusan Montong, yang kemudian dari di lanjutkan dengan naik kendaraan jurusan Jojogan. “Nglirip” terletak antara Montong – Jojogan, sehingga Pengunjung dapat langsung melihatnya jika melewati rute ini.
Rute Singgahan : yaitu dari Terminal Tuban naik bis jurusan Jatirogo, bis ini akan transit di terminal Kab. Bojonegoro yang kemudian dilanjutkan ke tujuan utama, Jatirogo. Jika pengunjung memilih rute ini, anda dapat turun di pertigaan “Warung Anjlok” – Jojogan. Dari sini, Nglirip hanya berjarak kurang dari satu kilo meter. Jika anda tidak malas, anda dapat berjalan kaki sampai ke Nglirip, atau naik angkutan jurusan Montong.
Sesampainya disini anda akan mendapatkan pemandangan yang sangat menawan, dari pinggir jalan saja anda dapat melihat jatuhnya air dari tebing yang di atasnya terdapat jembatan kecil. Bagi Anda yang ingin menyusuri aliran bawah air terjun harap berhati-hati, karena jalanan setapak akan sangat licin, terutama di musim hujan.
Yang tampak oleh mata jika berada di bawah air terjun Nglirip adalah derasnya air yang jatuh dengan bebas dari ketinggian kurang lebih 25 M, satu hal lagi jika Anda perhatikan dengan baik bahwa terdapat Goa yang cukup besar di balik air terjun ini. Dahulu kala dipercayai sebagai tempat bersemedi bagi leluhur yang berilmu tinggi, ada juga yang mengatakan didalam goa ini dahulu terdapat seorang wanita yang menanti kekasihnya sampai sekarang, tentunya tinggal rohnya saja. Penduduk sekitar percaya bahwa sewaktu-waktu wanita ini akan keluar untuk berbelanja, tetapi orang tidak ada yang mengetahui wujud dari wanita ini.
Jika Anda kearah timur dari lokasi air terjun, Anda akan mendapatkan lokasi sumber air alam (kerawak) yang keluar dengan derasnya di tepian sungai. Sudah pasti Anda ingin untuk bermandi-ria. Lokasi ini masih sangat alami, belum ada bangunan apapun, dan sekali lagi agar berhati-hati karena banjir dadakan dapat datang tiba-tiba terutama di musim hujan.
Makam Sunan Bonang
info tentang makam sunan bonang
Raden Maulana Makdum Ibrahim, atau yang dikenal dengan nama Sunan Bonang, adalah satu dari sembilan wali (Walisongo) yang dihormati oleh masyarakat Jawa. Ayahnya adalah Sunan Ampel, sedangkan ibunya bernama Nyai Ageng Manila, puteri dari Arya Teja, salah seorang Tumenggung dari kerajaan Majapahit yang berkuasa di Tuban.
Sunan Bonang hidup dalam kurun waktu 60 tahun (1465–1525 M) dan menyebarkan agama Islam di daerah Tuban dan sekitarnya. Dalam berdakwah, Sunan Bonang menempuh cara persuasif, misalnya dengan menciptakan tembang Tamba Ati (penyembuh jiwa) yang sampai kini masih populer dinyanyikan orang.
Keistimewaan
Para peziarah yag datang ke makam Sunan Bonang umumnya melakukan doa tahlil maupun membaca surat Yasin. Akan tetapi, selain untuk berdoa, mengunjungi makam ini peziarah juga dapat menyaksikan jejak penyebaran agama Islam khususnya yang dilakukan oleh Sunan Bonang.
Masjid yang menyambut pengunjung ketika memasuki gapura, misalnya, merupakan masjid tua yang menjadi pusat penyebaran agama yang dilakukan oleh Sunan Bonang. Di pelataran masjid ini, terdapat salah satu peninggalan Sunan Bonang, yaitu tempat wudhu yang terbuat dari batu. Hingga kini, batu tersebut terawat dengan baik dan dipagari.
Sebagaimana makam Walisongo lainnya, di komplek makam ini pengunjung dilarang mengambil gambar. Seorang juru kunci akan setia mendampingi rombongan yang masuk ke dalam cungkup dan akan memperingatkan pengunjung yang coba-coba mengambil gambar makam Sunan Bonang.
Melengkapi kunjungan wisata di kota Tuban, pengunjung dapat menambah daftar tujuan wisata ke sejumlah tempat di dekat lokasi makam Sunan Bonang, misalnya Gua Akbar yang terletak tepat di bawah Pasar Baru, di pusat kota Tuban.
Lokasi
Makam Sunan Bonang terletak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sekitar 200 meter dari alun-alun kota.
Akses
Para pengunjung dapat berziarah ke makam ini sejak pukul 08.00 WIB hingga tengah malam. Untuk sampai di komplek pekuburan Sunan Bonang, pengunjung dapat menempuhnya melalui kota Surabaya. Jarak antara Surabaya-Tuban sekitar 91 km atau diperlukan + 2 jam perjalanan dari kota Surabaya dengan menggunakan kendaraan umum (bus) ataupun kendaraan pribadi.
Sampai di kota Tuban, untuk menuju makam, pemerintah daerah (pemda) setempat telah menyediakan lahan parkir yang cukup luas. Dengan demikian, pengunjung bisa memarkirkan kendaraannya di area parkir tersebut. Dari area parkir ini, peziarah harus menyusuri jalan kampung yang membujur ke arah barat dengan jarak sekitar 200 meter untuk menuju lokasi makam. Jika enggan berjalan kaki, pengunjung dapat menggunakan jasa angkutan becak.
Selanjutnya, pengunjung akan memasuki gapura yang di dalamnya terdapat sebuah masjid dengan halaman yang luas. Untuk sampai di komplek makam, peziarah harus memasuki gapura kedua yang berada di belakang masjid. Di kompleks pemakaman ini, yang dikitari oleh ratusan nisan para kerabat dan murid-murid Sang Sunan, peziarah harus rela mengantri di luar cungkup (bangunan beratap pelindung makam), karena cungkup seluas 400 meter persegi itu hanya mampu menampung 25 orang peziarah.
Harga Tiket
Mengunjungi dan berziarah di komplek pekuburan Sunan Bonang tidak dipungut biaya.
Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
Di komplek pekuburan Sunan Bonang ini, peziarah dapat memanfaatkan fasilitas yang ada, misalnya menggunakan masjid dan berandanya untuk melakukan shalat dan beristirahat, memanfaatkan tempat wudu dan kamar mandi untuk membersihkan diri, serta membeli suvenir yang dijajakan oleh kios-kios di sepanjang jalan menuju makam.
Tentang Museum Kambang Putih
Latar Belakang dan Sejarah
Tuban yang telah dikenal sejak jaman Majapahit, jelas banyak sekali menyimpan peninggalan nenek moyang baik di laut maupun didaratan.
Dengan tujuan amenyelamatkan benda-abenda tersebut diatas dari pencurian maka masyarakat dan pejabat daerah Tuban merealisir adanya museum daerah ini.
Lokasi Museum
Jalan Kartini No.3, Tuban
Telp. 0356 – 321015, Fax. 0356 – 321015
Peta Lokasi Museum Kambang Putih
Jarak tempuh dari Bandar Udara : 60 Km
Jarak tempuh dari Pelabuhan Laut : 99 Km
Jarak tempuh dari Terminal Bus : 3 Km
Jarak tempuh dari Stasiun KA : 30 Km
Organisasi
Jumlah Pegawai 9 orang
Kurator : 2 orang
Konservator : 1 orang
Preparator : 1 orang
Bimb. Edukasi : 2 orang
Bag. Administrasi : 1 orang
Keamanan : 1 orang
Cleaning Service : 1 orang
Koleksi
Koleksi Museum Kambang Putih berupa Numismatik, Kesenian, Etnografi, Arkeologi, Sejarah, Pra Sejarah, Senjata, semua koleksi tersebut hasil temuan di daerah Tuban.
Program Museum
Pameran Khusus, Pameran Keliling, Ceramah, Diskusi, Seminar, Penyuluhan, Penelitian, Bimb. Keliling, Penerbitan, dan Lomba/festifal.
Jadwal Kunjungan
Minggu s/d Kamis : 07.00 s/d 15.00
Jum’at : 07.00 s/d 11.00
Sabtu : 07.00 s/d 12.00
Harga Tiket
- Gratis
Fasilitas
Luas Tanah / Luas Bangunan 18.00 / 11.
- Ruang Pameran Tetap
- Ruang Pameran Temporer
- Ruang Perpustakaan
- Ruang Laboratorium/Konservasi
- Ruang Penyimpanan Koleksi
- Ruang Bengkel/Preparasi
- Ruang Administrasi.
- Toilet
- Alarm Sistem
Gua Akbar
Tidak seperti layaknya goa alam lain yang berlokasi di tempat terpencil, Gua Akbar yang merupakan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Tuban berada tepat di bawah pasar rakyat. Ramainya aktifitas jual beli di pasar sungguh sangat kontras dengan suasana hening diselingi gemercik air saat berada di dalam gua ini. Didalam gua ini juga dibangun sebuah kolam air tawar dengan menempatkan ikan mas didalamnya, otomatis hal ini memberikan nilai tambah tersendiri bagi pengunjung saat mengunjungi objek wisata ini.
Nama Akbar konon berasal dari nama sebuah pohon yang tumbuh didepan gua, yakni pohon Abar. Namun sumber lain menyebutkan nama Akbar tersebut diberikan oleh pemerintah Kabupaten Tuban yang merupakan akronim dari Aman, Kreatif, Bersih, Asri dan Rapi yang tak lain dan tak bukan adalah merupakan slogan dari Kabupaten Tuban itu sendiri.
Gua Akbar itu sendiri memiliki nilai religius. Diceritakan bahwa Sunan Bonang melihat gua ini saat diajak oleh Sunan Kalijogo yang saat itu masih bernama Raden Mas Sahid. Beberapa tempat di Gua Akbar dipercaya sebagai tempat Sunan Kalijogo dan Sunan Bonang pernah bertapa. Seperti ceruk yang diberi nama Pasepen Koro Sinandhi, yaitu tempat pintu yang dirahasiakan. Ceruk ini sangat kecil pintunya. Untuk masuk ke dalamnya, orang dewasa harus merangkak atau sekurangnya membungkuk. Oleh masyarakat sekitar dipercaya prosesi membungkuk ini memiliki makna filosofis yang tinggi, yakni pengunjung diingatkan bahwa di depan mata Allah semua harus merendahkan diri
.
Pada sisi lain dari dalam gua terdapat sebuah ruangan yang bisa digunakan oleh pengunjung untuk melakukan ibadah sholat. Bagian ini memiliki lantai dasar gua yang telah dilapis keramik warna putih dan hitam sebagai penanda barisan sholat. Beberapa pengunjung tampak meluangkan waktu untuk sholat sejenak di tempat ini.
Sebuah ruangan yang cukup luas terdapat pula didalam gua ini diberi nama Paseban Wali yang dipercaya dulunya digunakan oleh para walisongo untuk berkumpul dan menyampaikan ajaran agama Islam. Suatu hal yang harus ditelaah lebih lanjut, mengingat Wali Songo hidup tidak persis pada zaman yang sama.Namun demikian, Paseban Para Wali itu memang mirip ruang pertemuan. Adanya lubang-lubang di langit-langit goa hingga cahaya matahari masuk dalam bentuk jalur cahaya yang jelas. Stalaktit dan stalagmit juga seakan menjadi hiasan ruangan. Itu ditambah dengan adanya batu-batu besar yang terletak di bagian depan ruang, seakan menjadi podium bagi pembicara.
Jika anda berkunjung ke Kota Tuban, tidak ada salahnya menyempatkan diri untuk mengunjungi objek wisata Gua Akbar. Penataan yang apik dan bersih menjadikan objek wisata ini layak dijadikan objek wisata andalan Kabupaten Tuban.
3 Wisata In Tuban
Ngerong terletak di kecamatan Rengel,30 km selatan kota Tuban.Obyek wisata ini menawarkan keindahan aliran sungai yang kengalir dari dalam goa. Air disungai ini tidak pernah kering meskipun saat musim kemarau. Anda juga dapat berenang bersama ratusan ikan dengan berbagai jenis yang ada dalam sungai tersebut.Bukan hanya itu saja , didalam goa tersebut juga di huni oleh ribuan kelelawar .Untuk menjangkau lokasi tersebut sangatlah mudah, karena obyek wisata ini terletak persis di jalan raya Tuban Bojonegoro.
Demikian hanya tiga dari obyek wisata yang di miliki oleh Tuban,Anda tertarik
datang dan kunjungi obyek wisata di Tuban
Wisata Air Prataan
Dengan harga karcis masuk yang cukup murah sekitar Rp 2.500,- per-orang dan Rp 2.000,- untuk parkir roda empat serta Rp 1.000,- untuk parkir roda dua kita sudah bisa memasuki wana wisata alam tersebut dan menikmati keindahan alam sekitarnya. Tapi anda harus membawa kendaraan pribadi untuk dapat sampai ditempat ini, karena disana tidak ada angkutan yang berlalu lalang seperti di depan sekolahku(SMADA).
Jika anda berminat untuk mandi air panas, disediakan juga tempat untuk memanjakan badan. Bagi anda yang bermasalah dengan kulit, bisa memanfaatkan pemandian air panas ini untuk menyembuhkan penyakit anda tersebut. Karena kandungan belerangnya masih sangat terasa dan bisa menjadi obat bagi kulit anda yang bermasalah atau sedang terkena penyakit kulit. Cukup dengan Rp 2.500,- anda sudah mendapat kunci untuk satu kamar mandi dan bisa berendam atau mandi dengan batasan waktu maksimal 15 menit.
Jika anda masih kurang puas berendam di ruangan yang kecil, anda juga bisa berenang di kolam air hangat yang terletak di depan kamar/bilik air hangat tersebut, tentu saja dengan membayar karcis sebesar Rp 2.500,- (serba 2500 ya…)untuk tiap orang. Berbeda dengan kamar/bilik air panas, di kolam renang ini anda bisa sepuasnya berenang ataupun berendam selama anda mampu.
Selain itu terdapat juga gubug-gubug di tengah hutan di pinggir kolam renang dan masih di sekitar obyek wisata untuk beristirahat dengan udara yang (kalau tidak kering) sangat adem, terdapat juga arena bermain anak seperti ayunan, dll. Anda jangan pusing untuk masalah makanan, karena banyak warung-warung yang buka di lokasi Wana Wisata Air Panas Prataan tersebut.
Gua Ngerong
Oke… Gua Ngerong…
Pertama kali yang kubanyangkan saat mendengar nama itu adalah….
Sebuah gua yang bisa ngomong sendiri, secara… Ngerong itu ku kura ngeong dalam bahasa desa Rengel. Tapi, anggapanku pun lama-kelamaan pudar mendengar cerita dari teman-temanku. (thanks my friends, udah menyelamatkanku dari kesalahpahaman)
Gua Ngerong terletak sekitar 20 km dari kota bojonegoro, jadi yang rumahnya bojonegoro bisa rekreasi di GuanNgerong, cuma bayar Rp.2500,- kok (kalau belum naik). Letaknya juga cukup mudah dijangkau kok, karena di pinggir jalan besar. Sayangnya, di kawasan wisata ini, lokasi parkirnya sempit(tapi lebih lebar dari kamarku kok, he3x) sehingga terkesan berantakan dan kurang fasilitas.
Obyek wisata ini berupa sebuah aliran air atau sungai yang menuju ke sebuah gua, konon katanya gua ini bisa tembus sampai dengan Kabupaten Tuban dan di dalam gua tersebut terdapat binatang yang sangat besar yang belum jelas jenisnya. Gua ini dahulu digunakan sebagai rute pelarian oleh para pengungsi yang melarikan diri dari penjajah karena takut akan disiksa dan dipekerjakan secara paksa.
Gimana…? Udah tahu belum tentang Gua Ngerong, atau kata orang bule itu “Ngerong Cave” ? Pasti pengen kesana ya…? Kalau mau kesana ajak aku ya..
demikian sedikit tentang wisata tuban terimakasih salam warkopcakmat
Filed under: tempat wisata Ditandai: | goa ngerong, kuliner, masjit agung tuban, pantai tuban, pemandian air panas, pemandian behkti raharjo, tuban, wisata, wisata tuban oke tuban
Posting Komentar